Senin, 29 Desember 2014

BAB 8 MENULIS LAPORAN ILMIAH (Bahasa Indonesia 2)



Ø PENGERTIAN LAPORAN
Laporan adalah suatu cara komunikasi dimana penulis menyampaikan informasi kepada seseorang atau suatu badan karena tanggungjawab yang dibebankan kepadanya. Dalam laporan berisi tentang penyampaian  informasi  mengenai sebuah masalah yang telah atau tengah diselidiki dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran dan tindakan yang akan diambil.

Ø Macam – Macam Laporan :

1.     Laporan Berbentuk Formulir Isian
Untuk menulis laporan semodel ini biasanya telah disiapkan blangko daftar isian yang diarahkan kepada tujuan yang akan dicapai. Laporan tersebut bersifat rutin dan seringkali berbentuk angka-angka.
2.     Laporan Berbentuk Surat
Bila sebuah laporan tidak banyak mengandung tabel, angka atau sesuatu hal lain yang digolongkan pada tabel dan angka, maka bentuk yang paling umum dipergunakan adalah laporan berbentuk surat. Laporan berbentuk ini tidak banyak berbeda dengan sebuah surat biasa, kecuali bahwa ada sesuatu subyek yang ingin disampaikan agar dapat diketahui oleh penerima laporan. Jika penulis laporan mempergunakan bentuk surat dalam laporannya, maka nada dan pendekatan yang bersifat pribadi memegang peranan yang penting, seperti halnya dengan surat-surat lainnya.
3.     Laporan Berbentuk Memorandum
Laporan yang berbentuk memorandum( saran, nota, catatan pendek) mirip dengan laporan berbentuk surat, namun biasanya lebih singkat. Biasanya digunakan untuk suatu laporan yang singkat dalam bagian-bagian suatu organisasi, atau antara atasan dan bawahan dalam suatu hubungan kerja dan seringkali bermanfaat utuka suatau laporan yang bersifat formal.
4.     Laporan Berkala
Laporan semacam ini selalu dibuat dalam jangka waktu tertentu. Dalam bentuk sederhana, laporan semacam ini dapat dibuat dalam bentuk formulir-formulir isian, atau dalam bentuk memorandum.
5.     Laporan Laboratoris
Tujuan laporan laboratoris adalah menyampaikan hasil dari percobaan atau kegiatan yang dilakuakan dalam laboratoria. Oleh sebab itu laporan ini seringkali memuat percobaan-percobaan yang telah dilakukan. Kerangka laporan laboratoris:
Ø Halaman judul
Ø Obyek atau tujuan
Ø Teori (yang menyangkut teori mana yang diterapkan)
Ø Metode (prosedur yang digunakan)
Ø Hasil-hasil yang dicapai dalam percobaan ini dengan mempergunakan metode diatas
Ø Diskusi atas hasil yang telah dicapai dalam percobaan
Ø Kesimpulan
Ø Apendiks
Ø Data asli

*    Ciri­­-ciri Laporan

A.   Ringkas
Dalam laporan yang ditulis hanya mengemukakan hal-hal pokok secara ringkas yang berhubungan dengan tugasnya sehingga penerima laporan segera mengetahui permasalahannya.
B.   Lengkap
Laporan dapat semakin sempurna jika dilengkapi dengan bibliografi atau sumber kepustakaan.
C.   Logis
Laporan dianggap logis jika keterangan yang dikemukakannya dapat ditelusuri alasan-alasannya yang masuk akal.
D.   Sistematis
Laporan dianggap sistematik jika keterangan yamg tulisannya disusun dalam satuan-satuan yang berurutan dan saling berhubungan.

Ciri-Ciri Laporan menurut Mukayat Brotowidjojo :
Ø pembacanya tertentu;  
Ø berupa laporan panjang;
Ø sangat objektif;
Ø bahasa dan nada formal;
Ø perencanaan mantik.

dalam rumusan lain:

Ø ditujukan kepada pembaca tertentu;
Ø sistematika laporan disesuaikan dengan pemberi perintah;
Ø bahasanya formal;
Ø memerhatikan kaidah-kaidah ilmiah;
Ø objektif.


*    Persyaratan bagi pembuat laporan
Hal yang perlu dicatat menurut mukayat sebagai prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh penulis laporan ialah bekerja secara konstan untuk menghemat tenaga dan mental pembacanya. Laporan ilmiah disesuaikan dengan situasinya, pelajari segala sesuatu terlebih dahulu untuk persiapan penulisan laporan ilmiah.
Memiliki pengetahuan tangan pertama tentang hal yang dilaporkan. Sering kali pengetahuan tangan pertama itu perlu dilengkapi dengan pengetahuan dan pengalaman orang lain.
Memiliki sifat tekun dan teliti. Laporan yang baik tidak meninggalkan pertanyaan tak terjawab bagi pembacanya. Semua kesimpulan yang dapat ditarik dan pernyataan-pernyataan umum harus dibuat secara tepat. Bila ada hal-hal yang tak lengkap, ia harus menyebutkan kekurangan itu dan apa sebabnya. Semua fakta harus dicocokkan ulang. Satu kali saja pembaca laporan menemukan pernyataan salah, ia akan meragukan isi seluruh laporan. Pernyataan yang meragukan lebih baik dibuang saja, atau dijelaskan bahwa meragukan. Data yang meyakinkan tidak boleh dibuang.
Bersifat objektif, pernyataan yang dibuat harus menurut kenyataan, kesimpulan dan rekomendasi dibenarkan oleh kenyataan, walaupun konklusi dan rekomendasi itu berlawan dengan yang diharapkan, bahkan dapat berakibat merugikan bagi dirinya sendiri.
Kemampuan untuk menganalisis dan menyemaratkan. Laporan adalah sebuah analisis. Pembuat laporan membagi-bagi subjek, memperlihatkan bagian-bagian yang berbeda, dan menunjukkan katanya satu dengan yang lain. Berdasarkan uraian itulah dengan cara induktif ia sampai kepada kesimpulan. Pelapor tidak boleh membuat kesemaratan berdasarkan beberapa data saja, atau membuang data yang ia anggap tidak mendukung konklusi yang diharapkannya, padahal data itu tidak meragukan.
Kemampuan mengatur fakta secara sistematis. Penyajian laporan itu tidak harus diatur sistematis,mantik,supaya pembacanya tidak meragukan tentang suatu perencanaan dan penalarannya.
Pengertian akan kebutuhan pembaca. Laporan itu disajikan untuk dibaca oleh seseorang atau beberapa orang (tim) yang spesifik. Apa yang dilaporkan, apa yang dibuang, istilah apa yang akan dipergunakan, apa yang dapat dianggap sebagai sudah semestinya, apa yang memerlukan lukisan dan penjelasan serta bagaimana menyusunnya, semua itu tergantung pembacanya.

Persyaratan Pembuatan Laporan Mukayat Brotowidjojo mengemukakan juga persyaratan bagi pembuat laporan ilmiah itu yang menurutnya sama seperti bagi penulis karya tulis ilmiah lainnya, yaitu sebagai berikut.
1)    Memiliki pengetahuan tangan pertama tentang hal yang dilaporkan. Sering kali pengetahuan tangan pertama itu perlu dilengkapi dengan pengetahuan dan pengalaman orang lain.
2)    Memiliki sifat tekun dan teliti. Laporan yang baik tidak meninggalkan pertanyaan tak terjawab bagi pembacanya. Semua kesimpulan yang dapat ditarik dan pernyataan-pernyataan umum harus dibuat secara tepat. Bila ada hal-hal yang tak lengkap, ia harus menyebutkan kekurangan-kekurangan itu dan apa sebabnya. Semua fakta harus dicocokkan ulang. Satu kali saja pembaca laporan menemukan pernyataan salah, ia akan meragukan isi seluruh laporan. Pernyataan yang meragukan lebih baik dibuang saja, atau dijelaskan bahwa meragukan. Data yang meyakinkan tidak boleh dibuang.
3)    Bersifat objektif. Pernyataan yang dibuat harus menurut kenyataan; kesimpulan dan rekomendasi dibenarkan oleh kenyataan, walaupun konklusi dan rekomendasi itu berlawanan dengan yang diharapkan, bahkan dapat berakibat merugikan bagi dirinya sendiri. Pembuat laporan itu seperti sebuah ‘mesin pemikir’, yaitu bekerja tanpa nafsu dan prasangka yang dapat mengelirukan pengertiannya atau pernyataannya tentang fakta.
4)    Kemampuan untuk menganalisis dan menyamaratakan.Laporan itu adalah sebuah analisis. Pembuat laporan membagi-bagi subjek, memperlihatkan bagian-bagian yang berbeda, dan menunjukkan kaitannya satu dengan yang lain. Berdasarkan uraian itulah dengan cara induktif ia sampai kepada kesimpulan. Pelapor tidak boleh membuat  kesamarataan berdasarkan beberapa data saja, atau membuang data yang ia anggap tidak mendukung konklusi yang diharapkannya, padahal data itu tidak meragukan.
5)    Kemampuan mengatur fakta secara sistematis. Penyajian laporan itu tidak harus diatur sistematis, mantik, supaya pembacanya tidak meragukan tentang suatu perencanaan dan penalarannya.
6)    Pengertian akan kebutuhan pembaca. Laporan itu disajikan untuk dibaca oleh seseorang atau beberapa orang (tim) yang spesifik. Apa yang dilaporkan, apa yang dibuang, istilah apa yang akan dipakai, apa yang dapat dianggap sebagai sudah semestinya, apa yang memerlukan lukisan dan penjelasan serta bagaimana menyusunnya, semuanya itu tergantung pembacanya. Hal yang perlu dicatat menurut Mukayat sebagai prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh penulis laporan ialah bekerja secara konstan untuk menghemat tenaga dan mental pembacanya. Laporan ilmiahdisesuaikan dengan situasinya. Pelajari segala sesuatu terlebih dahulu untuk persiapan penulisan laporan ilmiah.
SUMBER :
http://almar-a-sholihah07.blogspot.com/2013/11/karangan-ilmiah-dan-laporan-ilmiah.html?m=1    









Kamis, 06 November 2014

PERSAHABATAN 1EB22


Pada pertama kali saya masuk kuliah di  universitas gunadarma. Saya memasuki kelas 1EB22 dengan teman saya bernama Desty. Saya belum kenal sama temen satu kelas. Yang saya kenal baru Desty dan Dian, karena saya udah kenal di PSPPT.

Hari demi hari saya mulai berkenalan satu sama lain. Saya berkenalan dengan Nindy, Wenny, Eni, Ifah, Suci, Dian, Siti dan teman-teman yang lain. Saya mulai bisa beradaptasi di kelas 1EB22. Ternyata teman-teman di kelas 1EB22 baik, seru dan kompak. Saya di kelas 1EB22 sudah seperti keluarga besar di universitas gunadarma. Nindy, Wenny, Eni, Ifah, Suci, Dian, Siti menjadi sahabat terbaik saya di kelas 1EB22.

Kita kalau lagi istirahat makan bareng dan kita kompak suka belajar bareng dalam waktu luang. Kalau disuruh bikin tugas kelompok oleh dosen ber empat kita bagi 2 rata, supaya tidak ada saling bertengkar atau pilih-pilih. Pada waktu menjelang UTS kita mengadakan belajar bareng satu kelas di rumah teman atau di kampus. 1EB22 sangat kompak sekali. Tidak ada saling bertengkar satu sama lain. Saya senang sekali mempunyai sahabat- sahabat yang baik. Biasa nya yang suka ngajarin sebelum menjelang UTS Suci Rakhmawati. Apalagi yang mengajarin mata kuliah Pengantar Akuntansi. Suci Rakhmawati jago nya akuntansi di kelas 1EB22 dan dia juga anak nya baik tidak pelit. Kalau ada temen nya atau sahabatnya kesusahan pasti dia membantu kita supaya mengerti matakuliah itu. Sahabat Saya yang bernama Suci suka juga nyanyi di kelas.

Saya dekat sama yang lain juga. Bukan Cuma ber-8 doang tetapi satu kelas. Banyak kenangan di kelas 1EB22. Waktu bulan mei wenny ulangtahun Di kelas 1EB22 pulang kuliah ujian Wenny diberi kejutan bersama sahabat dan anak-anak kelas 1EB22. Di kasih kado dan kue ulangtahun. Walaupun sekarang udah tidak satu kelas lagi. Tapi kita masih suka bertemu di kampus.

Mudah-mudahan kita nanti bisa lulus bareng dan mendapatkan hasil nya yang bagus amin...

Kita bisa wisuda bareng walaupun tidak satu kelas lagi J {} 

Walaupun kita mempunyai kekurangan dan kelebihan di dalam kelas 1EB22, tapi kelas kita tetep kompak. 

METODE ILMIAH

TUGAS SOFTKILS KE 2


*   Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis.

*    Langkah-Langkah metode Ilmiah yang lebih lengkap adalah sebagai berikut :
·         Identifikasi, penentuan, dan perumusan masalah
·         Pengumpulan Data dan Kajian Pustaka
·         Perumusan Anggapan Dasar (asumsi) dan Hipotesis
·         Perumusan Definisi Operasional Variabel
·         Variabel Penelitian
·         Instrumen Penelitian
·         Penyusunan Rancangan Penelitian
·         Populasi dan Sampel
·         Data dan Pengumpulan Data
·         Pengolahan dan Analisis Data
·         Interpretasi Hasil Analisis Data
·         Penyusunan Laporan Penelitian

*    Kriteria Metode Ilmiah :


  1. Berdasarkan fakta adalah Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata.
  2. Bebas dari prasangka (bias) adalah Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang objektif.
  3. Menggunakan prinsip-prinsip analisa adalah Dalam metode ilmiah, peneliti harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk mengonggokkan persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan tepat.
  4. Menggunakan hipotesa adalah Menggunakah ukuran objektif adalah Kerja penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif. Ukuran tidak boleh dengan merasa-rasa atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus dibuat secara objektif dan dengan menggunakan pikiran yang waras.
  5. Menggunakan teknik kuantifikasi adalah Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim harus digunakan, kecuali untuk artibut-artibut yang tidak dapat dikuantifikasikan Ukuran-ukuran seperti ton, mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus selalu digunakan Jauhi ukuran-ukuran seperti: sejauh mata memandang, sehitam aspal, sejauh sebatang rokok, dan sebagai¬nya Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal, ranking dan rating.

*      Tujuan mempelajari metode penulisan ilmiah
Tujuan dari mempelajari metode ilmiah adalah mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan. Beberapa poin dari tujuan dan manfaat seseorang atau peneliti mempelajari metode ilmiah, yaitu :
1.   Mengetahui tata cara penulisan ilmiah.
2.   Dapat menyusun fakta yang nyata dan data tersusun secara sistematis.
3.   Menambah wawasan dalam menggunakan teknik yang cepat dan tepat untuk digunakan dalam menyusun sebuah tulisan ilmiah.
4.  Mengetahui bahasa yang digunakan pada tulisan ilmiah yaitu bahasa baku.

*      Sikap Ilmiah :
1. Sikap ingin tahu adalah selalu mendorong untuk lebih banyak ingin mengetahui pada sikap ilmiah.
Contoh sikap ingin tahu :
·         Dengan membaca buku di perpustakaan dll.
·         Bertanya kepada orang yang lebih tahu
·         Mengadakan pengamatan
·         Melakukan percobaan sendiri
·         Mencari informasi yang ada di internet, buku, dll.

2. ikap kritis merupakan sikap egois semata- mata dari bentuk oknum atau beberapa individu. 
Contoh sikap kritis :
·         Mencari informasi yang banyak
·         Membandingkan kelebihan dan kekurangannya
·         Kecocokan tidaknya
·         Kebenaran tidaknya

3. Sikap terbuka
Contoh sikap terbuka :
·         Mendengarkan pendapat
·         Mendengarkan kritik dari orang lain
·         Tidak sesuai
·         Tidak terbuka

4. Sikap objektif
Contoh nya :
·         Tanpa diikuti perasaan pribadi
·         Menyatakan apa adanya

5. Sikap menghargai orang lain
Contoh nya :
·         Saling menghargai pendapat orang lain
·         Menyebutkan sumber secara jelas dan akurat

6. Sikap berani mempertahankan kebenaran 
Contohnya :
·         Harus berani mengambil keputusan untuk mempertahankan kebenaran
·         Mempertahankan hasil penelitian

7. Sikap tekun
Contoh nya :
·         Harus banyak mengadakan penyelidikan
·         Harus melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai
·         Harus berusaha bekerja dan teliti dalam penelitian

*      Langkah-langkah Metode Ilmiah

  1. Memilih dan mendefinisikan masalah.
  2. Survei terhadap data yang tersedia.
  3. Memformulasikan hipotesa.
  4. Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa.
  5. Mengumpulkan data primair.
  6. Mengolah, menganalisa serla membuat interpretasi.
  7. Membual generalisasi dan kesimpulan.
  8. Membuat Laporan

*  Schluter (1926) memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
  • Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian
  • Mengadakan survei lapangan untuk merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan. 
  • Membangun sebuah bibliografi.
  • Memformulasikan dan mendefinisikan masalah.
  • Membeda-bedakan dan membuat out-line dari unsur-unsur permasalahan.
  • Mengklasifikasikan unsur-unsur dalam masalah menurut hubungannya dengan data atau bukti, baik langsung ataupun tidak langsung.
  • Menentukan data atau bukti mana yang dikehendaki sesuai dengan pokok-pokok dasar dalam masalah.
  • Menentukan apakah data atau bukti yang dipertukan tersedia atau tidak.
  • Menguji untuk diketahui apakah masalah dapat dipecahkan atau tidak.
  • Mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan.
  • Mengatur data secara sistematis untuk dianalisa.
  • Menganalisa data dan bukti yang diperoleh untuk membuat interpretasi.
  • Mengatur data untuk persentase dan penampilan.
  • Menggunakan citasi, referensi dan footnote (catatan kaki).
  • Menulis laporan penelitian.



Sumber :
http://blog.stie-mce.ac.id/yuba/files/2012/12/PENULISAN-JURNAL-ILMIAH.pdf
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/metode-ilmiah-3/

Kamis, 23 Oktober 2014

BAHASA INDONESIA 2 (BAB 2 BERPIKIR DEDUKTIF)


TUGAS SOFTKILS 1

NAMA : FARAH AZHARIANA
NPM : 22212757
KELAS :  3EB20
BAB 2
BERPIKIR DEDUKTIF


  •      Pengertian berpikir deduktif
Berpikir adalah berbicara dengan diri sendiri dan mempertimbangkan, menganalisa, membuktikan, bertanya mengapa dan untuk apa sesuatu terjadi. Orang yang berbahagia dan tenteram hidupnya ialah orang yang memikirkan setiap langkahnya secara akal sehat dan tepat.


  • Pengertian Metode Berpikir Deduktif
Metode Berpikir Deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan dalam hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dapat dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contohnya :  Masyarakat Indonesia Konsumtif (umum)
Dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus)


  •      Jenis penalaran deduktif  yaitu:
  1. Silogisme Kategorial        : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi atau proposisi merupakan kategorial.
  2. Silogisme Hipotesis         : Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi     konditional hipotesis.
  3. Silogisme Alternatif        : Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Untuk membenarkan salah satu alternatifnya adalah premis minornya.
  4. Entimen                          : Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

  •    Contoh Emiten adalah Anda menerima hadiah pertama karena Anda telah menang dalam sayembara itu.
  •     Contohnya Alternatif :  Nenek Hani berada di Jakarta atau Bekasi                                                              Nenek Hani berada di Jakarta 
  •                                                         ∴ Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bekasi
  • Contoh silogisme Kategorial: 
  •      Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor/ Premis Umum). 
  •      Akasia adalah tumbuhan (Premis Minor / Premis Khusus) 
  •      Akasia membutuhkan air (Konklusi / Kesimpulan).

  • Contoh Silogisme Hipotetik:
  •      Jika hujan Saya naik becak.(mayor) Sekarang hujan.(minor)
  •      Saya naik becak (konklusi)

  • Kaedah- kaedah dalam silogisme kategorial adalah :
1.     Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah.
2.    Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.
3.    Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
4.    Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negative.
5.    Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.
6.    Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
7.    Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.
8.    Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.


  • Ciri-ciri paragraf berpola Deduktif 
Penalaran deduktif adalah proses  penalaran yang bertolak dari peristiwa-peristiwa yang sifatnya umum menuju pernyataan khusus. Apabila diidentifikasisecara terperinci, paragraf berpola Deduktif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
A.   Letak kalimat utama di awal paragraf
B.    Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian atau penjelasan khusus
C.    Diakhiri dengan penjelasan

Contohnya: Setiap individu bersifat unik. Artinya, ia memiliki perbedaandengan yang lain. Perbedaan itu bermacam-macam, mulaidari perbedaan fisik, pola berpikir, dan cara merespons ataumempelajari hal yang baru. Dalam hal ini, misalnya dalammenyerap pelajaran, ada individu yang cepat dan ada yang lambat.
    

  •      Ciri-ciri Deduktif
1.     Berawal dari sesuatu yang umum
2.    Penjelasan merupakan hal-hal yang khusus
3.    Berasal dari asumsi-asumsi logis
4.    Menggunakan metode silogisme dan etimem
5.    Suatu saat bisa dibuktikan
6.    Kebenarannya jelas dan nyata

Ø  Beberapa contoh silogisme hipotetis terlihat di bawah ini:
·         
       Silogisme hipotetis:
Bila hari tidak hujan, Adi akan pergi ke bandara.
Hari hujan.
Oleh karena itu, Adi tidak pergi ke bandara.
·         Silogisme disjungtif:
A atau B                             Aris menulis prosa atau puisi
Ternyata bukan A               Ternyata Aris tidak menulis prosa
Maka B                               Maka, Aris menulis puisi
·         Silogisme konjungtif:
A tidak mungkin                 Aris tidak mungkin sekaligus menulis prosa dan puisi sekaligus B dan C
Ternyata A adalah B           Ternyata Aris menulis prosa
Maka, A bukan C              Maka, Aris tidak menulis puisi

Kesimpulan : jadi, Berpikir adalah berbicara dengan diri sendiri dan mempertimbangkan, menganalisa, membuktikan, bertanya mengapa dan untuk apa sesuatu terjadi. Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yaitu dimulai dari hal-hal umum, mengarah kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah.


SUMBER :


Jumat, 06 Juni 2014

PEREKONOMIAN INDONESIA SAAT INI


TUGAS ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 

NAMA : FARAH AZHARIANA
NPM : 22212757
KELAS : 2EB20
PEREKONOMIAN INDONESIA SAAT INI

     Ekonomi indonesia saat ini optimis pertumbuhan ekonomi yang meningkat.dengan pertumbuhan dan pendapatan nasional yang semakin meningkat kita dapat melihat perkembangan dan kemajuan kita pada negara lain. dengan pendapatan nasional per tahun indonesia mampu memberikan kemajuan.ekonomi makro yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi saatini.salah satu pertumbuhan ekonomi itu dapat dilihat dengan permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi.
    Di lihat dari sedikit perekonomian makro dibidang perbankan ini dapat kita rasakan pertumbuhan ekonomi itu meningkat.Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang triwulan I-2011 masih akan tumbuh tinggi, yakni di kisaran 6,4 persen. Sehingga, sepanjang tahun ini, perekonomian Indonesia diproyeksikan tumbuh di kisaran 6-6,5 persen.
      Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengungkapkan hal itu dalam rapat kerja dengan Komisi XI (membidangi keuangan dan perbankan) DPR, Senin (14/2). “Prospek perekonomian ke depan akan terus membaik dan diperkirakan akan lebih tinggi,” kata Darmin.
Dia mengatakan, permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi, juga akan tumbuh pesat. Ia menambahkan, Indonesia sudah melalui tantangan yang di 2010. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di tahun lalu, yakni 6,1 persen, akan mempermudah mencapai target pertumbuhan di 2011. Meski demikian, inflasi tinggi masih akan menjadi tantangan serius di tahun ini.
      Darmin menambahkan, transaksi berjalan di triwulan I-2011 juga masih akan surplus, meski cenderung menurun. Transaksi modal dan financial juga akan surplus, dengan aliran modal asing langsung (FDI) yang makin deras. Kinerja neraca pembayaran Indonesia sepanjang tahun ini akan ditopang oleh cadangan devisa yang cukup kuat. Di Januari 2011, cadangan devisa Indonesia mencapai USD 95,3 miliar, atau cukup untuk 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Sisi buruk yang harus diperhatikan adalah adanya tanda-tanda capital outflow atau aliran modal keluar yang mulai terasa. Namun, Darmin optimistis hal tersebut hanya bersifat sementara. "Capital outflow bersifat temporer, karena didukung fundamental ekonomi yang cukup kuat," kata Darmin. BI masih akan lakukan intervensi terhadap rupiah.

  •      Kondisi Perekonomian Indonesia Dilihat dari PDB

Pendapat Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini menempati urutan ke-18 dari 20 negara yang mempunyai PDB terbesar di dunia. Hanya ada 5 negara Asia yang masuk ke dalam daftar yang dikeluarkan oleh Bank Dunia. Kelima negara Asia tersebut adalah Jepang (urutan ke-2), Cina (urutan ke-3), India (urutan ke-11), Korea Selatan (urutan ke-15).

Indonesia yang kini mempunyai PDB US$700 miliar, boleh saja bangga. Apalagi, dengan pendapatan perkapita yang mencapai US$3000 per tahun menempatkan Indonesia di urutan ke-15 negara-negara dengan pendapatan perkapita yang besar.
  •      Pihak Swasta

Adanya lembaga – lembaga swadaya masyarakat, seperti Dompet Dhu’afa, bekerja sama dengan Institut Kemandirian yang berusaha mencetak kaum muda berpotensi meenjadi hebat sebagai pejuang ekonomi adalah cara salah satu membuat pemerataan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh semakin banyak rakyat Indonesia.
  •      Pihak Pemerintah

Sinergi antar kementrian  harus dibuat semakin solid dan saling mendukung sehingga tidak tumpang tindih dan lebih banyak bermanfaat bagi masyarakat. Kampanye pembentuka jiwa kewirausahaan , seperti seminar bertaraf internasional\, adalah salah satu jalan membangkitkan potensi jiwa – jiwa pejuang ekonomi yang pantang menyerah dan penuh kreativitas tinggi.

Dampak Globalisasi ekonomi positif dan dampak globalisasi negatif menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dunia usaha. Ketika kita berfikir menjadi pengusaha dan memanfaatkan setiap peluang usaha yang kita miliki sebenarnya saat itu kita masuk kedalam sebuah sistem ekonomi dan yang paling populer adalah sistem ekonomi kapitalis yang menjadi bagian integral dari proses globalisasi. Ada banyak pengertian globalisasi yang secera umum mempunyai kemiripan salah satu pengertian globalisasi adalah proses yang melintasi batas negara di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain .

Sebagaimana sebuah sistem globalisasi ekonomi mempunyai dampak positif dan juga dampak negatif, terlepas dari pendapat pro globalisasi ekonomi dan kontra globalisasi ekonomi kita akan mencoba menelaah secara sederhana dampak postif globalisasi ekonomi dan dampak negatif globalisasi ekonomi.

Dampak positif globalisasi ekonomi ditilik dari aspek kreatifitas dan daya saing dengan semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor maka diharapkan tumbuhnya kreatifitas dan peningkatan kualitas produksi yang disebabkan dorongan untuk tetap eksis ditengah persaingan global, secara natural ini akan terjadi manakala kesadaran akan keharusan berinivasi muncul dan pada giliranya akan menghasilkan produk2 dalam negeri yang handal dan berkualitas.

Disisi lain kondisi dimana kapababilitas daya saing yang rendah dan ketidakmampuan Indonesia mengelola persaingan akan menimbulkan mimpi buruk begi perekonomian negeri ini, hal ini akan mendatangkan berbaga dampak negatif globalisasi ekonomi seperti membajirnya produk2 negeri asing seperti produk cina yang akhirnya mamatikan produksi dalam negeri, warga negara Indonesia hanya akan menjadi tenaga kasar bergaji murah sedangkan pekerjaan pekerjaan yang membutuhkan skill akan dikuasai ekspatriat asing, dan sudah barang tentu lowongan pekerjaan yang saat ini sudah sangat sempit akan semakin habis karena gelombang pekerja asing.

Dampak positif globalisasi ekonomi dari aspek permodalan, dari sisi ketersediaan akses dana  akan semaikin mudah memperoleh investasi dari luar negeri. Investasi secara langsung seperti pembangunan pabrik akan turut membuka lowongan kerja. hanya saja dampak positif ini akan berbalik 180 derajat ketika pemerintah tidak mampu mengelola aliran dana asing, akan terjadi justru penumpukan dana asing yang lebih menguntungkan pemilik modal dan rawan menimbulkan krisis ekonomi karena runtuhnya nilai mata uang Rupiah. Belum lagi ancaman dari semakin bebas dan mudahnya mata uang menjadi ajang spekulasi. Bayangkan saja jika sebuah investasi besar dengan meilbatkan tenaga kerja lokal yang besar tiba2 ditarik karena dianggap kurang prospek sudah barang tentu hal ini bisa memengaruhi kestabilan ekonomi.

Dampak positif globalisasi ekonomi dari sisi  semakin mudahnya diperoleh barang impor yang dibutuhkan masyarakat dan belum bisa diproduksi di Indonesia, alih tehnologi juga bisa terbuka sangat lebar, namun kondisi ini juga bisa berdampak buruk bagi masyarakat karena kita cenderung hanya dijadikan objek pasar, studi kasus seperti produksi motor yang di kuasai Jepang, Indonesia hanya pasar dan keuntungan penjualan dari negeri kita akan dibawa ke Jepang memperkaya bangsa Jepang. Dampak positif globalisasi ekonomi dari aspek  meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga membuka lapangan kerja di bidang pariwisata sekaligus menjadi ajang promosi produk Indonesia.

Globalisasi dan liberalisme pasar dikampayekan oleh para pengusungnya sebagai cara untuk mencapai standar hidup yang lebih tinggi, namun bagi para penentangnya globalisasi hanya kedok para kapitalis yang akan semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara  kaya dengan negara berkembang dan miskin. Penguasaan kapital yang lebih besar dengan menciptakan pasar global terutama di dunia ketiga yang diyakini tidak akan mampu memenuhi standar tinggi produk global akan membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang.

Sumber :
http://dwi-ardianto.blogspot.com/2011/02/perekonomian-indonesia-saat-ini.html